From a Tree to a Cup

Perjalanan Blue Korintji dimulai dari keinginan untuk melestarikan. Blue Korinjti ditujukan sebagai solusi masalah kerusakan alam pada Taman Nasional Kerinci Seblat. Kami mengerti, untuk dapat melestarikan daerah yang indah ini, kami harus dapat memastikan kesejahteraan penduduk sekitar.

Kami memutuskan untuk membuat sebuah landasan yang diharapkan dapat menunjang visi yang kami miliki. Yaitu, agar dapat memberdayakan komunitas di lingkungan Taman Nasional Kerinci Seblat. Dengan kerja keras, kami saling bekerja sama dengan seluruh bagian dari rantai ekosistem ini. Mulai dari petani, kami merambah ke rantai pasokan dengan teknologi tingg. Lalu ke outlet ritel dan akhirnya sampai kepada anda.

2015


Taman Nasional Kerinci Seblat

Bapak Budi (Pencetus Blue Korintji) dan beberapa orang lainya menemukan sebuah isu pembalakan liar pada Taman Nasional Kerinci Seblat. Pembalakan ini ternyata dilakukan oleh penduduk setempat karena faktor ekonomi. Hal inilah yang menjadi awal mula Bapak Budi memiliki misi untuk melestarikan daerah Kerinci. Pelestarian ini juga dilakukan bersamaan dengan upaya pemberdayaan masyarakat sekitar sehingga tidak perlu melakukan pembalakan hutan lagi.


2015


Eksplorasi

Bapak Budi dan rekan mulai mengeksplorasi potensi daerah setempat. Mereka mencoba untuk mencari produk yang dapat diolah untuk menopang misi pelestarian. Ada beberapa pilihan yang ditemukan, antara lain teh hitam kayu aro, beras payo, kentang, kayu manis dan kopi. Bapak Budi pun memilih kopi karena dirasa prospeknya paling optimal.

2015


Kopi Arabika

Di daerah Kerinci sendiri, jenis kopi yang paling banyak ditanam merupakan varietas Robusta. Petani kopi Arabika belum banyak pada saat itu, walaupun varietas Arabika memang ideal untuk ditanam didataran tinggi seperti di Kerinci. Gunung Kerinci merupakan gunung tertinggi kedua di Indonesia, dan gunung api aktif tertinggi di Pulau Sumatra.

Hal ini berdampak dua hal. Pertama, tinggi daerah Kerinci sangat cocok untuk menanam kopi Arabika yang idealnya ditanam diketinggian 1000m – 2000m diatas permukaan laut. Kedua, elemen vulkanik dari gunung api ini membuat tanah sekitar menjadi subur. Hal inilah yang membuat Bapak Budi dan rekan memilih untuk menngembangkan petani kopi Arabika.

2015


AICE Specialty Coffee Contest

Kopi yang sudah mulai diproduksi secara bertahap akhirnya diikutkan kontes dengan nama kopi Blue Korintji. Kontes yang diikuti yaitu Association of Indonesian Coffee Exporters Cupping Contest. Kopi Blue Korintji mendapat predikat sangat baik dengan nilai akhir 85 poin.

2016


Project: Korintji Heritage

Proyek Korintji Heritage dapat disebut sebagai bibit awal dari kopi Blue Korintji. Nama proyek ini sendiri diambil dari dari kata Warisan Kerinci. Proyek ini menjadi media yang berfokus pada alam daerah kerinci, penduduknya, dan produk dari daerah kerinci sendiri.

Blue Korintji lahir sebagai bagian dari proyek ini. Blue Korintji dijadikan merk dagang dari kopi yang diproduksi oleh Korintji Heritage. Blue Korintji juga mendapat namanya dari biji kopi unik yang berwarna kebiruan.

2016


Partnering with Native Farmers and Processors

Korintji Heritage mulai mencari rekan yang dirasa memiliki semangat dan menjunjung nilai yang sama. Ada dua kelompok asosiasi petani dan prosesor yang bergabung dalam proyek ini. Kedua kelompok ini adalah Alam Korintji (AKO) dan Korintji Barokah.

Korintji Heritage bertemu kedua kelompok ini ketika sedang dalam proses mendatangkan dana dari luar negeri untuk membantu mengembangkan proyek Korintji Heritage.

2017


Building Farmer's Capacity

Korintji Heritage dan rekan asosiasi petani mulai mengedukasi petani dengan membuat workshop sebagai alat untuk meningkatkan kapasitas dan produktifitas petani.

2017


Korintji Heritage House

Korintji Heritage House dibangun menjadi bentuk fisik dari konsep Korintji Heritage sendiri. Pada Korintji Heritage House ini juga cabang pertama Blue Korintji dibuka. Tempat ini ditujukan menjadi pusat berkumpul para petani dan orang-orang sekitar untuk dapat mengenal proses produksi kopi lebih jauh. Mereka dapat melihat proses roasting dan mencicipi kopi Blue Korintji disini.

Pada tahap ini, produksi kopi belum begitu stabil sehingga Kopi Blue Korintji baru dijual dalam bentuk oleh-oleh dan belum diproduksi massal.

2017


Korintji Heritage: Sebuah Katalis

Seiring berjalan, Korintji Heritage mengambil peran sebagai katalis yang memicu asosiasi petani menjadi lebih semangat dan berwawasan luas. Korintji Heritage juga menarik minat investasi dari beberapa organisasi seperti WWF, Bank Indonesia, MCAI, dan beberapa organiasi lainya yang mau membantu mempercepat proses pengembangan industri kopi di daerah Kerinci.

2018


Roastery

Dengan mengikuti kontes dan pameran sekelas nasional, pamor Kopi Kerinci secara keselurahan, beranjak naik di tahun 2018. Pada tahun ini juga, Blue Korintji membangun Roastery pertamanya di daerah Bintaro dengan tujuan memastikan kopi yang didapat merupakan kualitas terbaik. Kapasitas produksi kopi yang diproduksi juga naik, sehingga roastery pertama ini dibuat untuk mampu menampung 1 ton biji kopi perbulan.

2018


Partnering with Emurgo

Korintji Heritage menginisiasikan perjanjian kemitraan dengan Emurgo, sebuah perusahaan dari Jepang berlatar industri cryptocurrency. Kemitraan ini dimulai dengan bentuk pilot project untuk mengintegrasikan teknologi Blockchain kedalam rantai pasokan kopi Blue Korintji.

2019


Orientasi Global

Pada tahun ini petani yang menjadi pemasok ke Blue Korintji sudah mulai mengekspor produksinya keluar negeri.

2019


Retail Market

Beberapa aspek dari faktor produksi kopi Blue Korintji mengalami peningkatan signifikan. Pasokan dari petani mitra menjadi lebih stabil dan outputnya lebih banyak. Kualitas kopi Blue Korintji sendiri sudah terbukti pada kontes yang diikuti, serta tambahan dukungan dari bagian rantai pasokan yang menggunakan teknologi Blockchain yang dibantu Emurgo.

Aspek-aspek inilah yang membuat Blue Korintji dibentuk menjadi suatu perusahaan yang fokus pada kopi dan akhirnya masuk ke ranah outlet retail yang sekarang ada dibeberapa daerah. Outlet pertama Blue Korintji dibangun di daerah Bintaro, diikuti dengan outlet kedua yaitu di Bogor, dan beberapa outlet setelahnya di Cipete dan Pamulang.

2020


Beyond JABODETABEK

Tahun 2020, Blue Korintji membangun dua outlet diluar Jakarta, yang pertama di Sultan Thaha Airport, Jambi. Outlet kedua didirikan di Canggu, Bali.

2020


Farmer’s Market & Ranch Market

Ditahun ini juga kopi Blue Korintji didistribusikan di Farmer’s Market & Ranch Market

Blue Korintji Bintaro

Jl. Bintaro Utama 3, Blok AM 30, Pd. Betung, Kec. Pd. Aren, Kota Tangerang Selatan, Banten

View In Map

Blue Korintji Pamulang

Jl. Siliwangi No.4, Pamulang Bar., Kec. Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Banten 15417

View In Map

Blue Korintji Pekanbaru

Jl. Jenderal Sudirman No.468, Cinta Raja, Kec. Sail, Kota Pekanbaru, Riau

View In Map